in

Ini 10 Tempat Wisata Menarik Lumajang

Ini 10 Tempat Wisata Menarik LumajangLumajang sendiri memiliki banyak potensi wisata yang menakjubkan, tak heran lumajang saat ini diburu para wisatawan lokal maupun asing.

Kota yang menyimpan banyak potensi, mulai dari segi pariwisatanya, budaya dan religius ini memang masih belum banyak yang tahu, tapi akhir-akhir ini mulai banyak destinasi wisata yang sangat di gemari oleh wisatawan.

Apa saja tempat wisata yang keren dan menarik dari kota lumajang ini..?

Wisata Situs Biting

Situs Biting merupakan situs arkeologis yang terletak di desa Kutorenon, Sukodono. Situs ini peninggalan dari kerajaan Lamajang dan tersebar di atas kawasan seluas sekitar 135 hektar. Bangunan yang paling mengesankan adalah bekas tembok benteng dengan dengan panjang 10 kilometer, lebar 6 meter dan tinggi 10 meter. Kawasan Situs Biting adalah sebuah kawasan ibu kota kerajaan Lamajang Tigang Juru yang dipimpin Prabu Arya Wiraraja yang dikelilingi oleh benteng pertahanan dengan tebal 6 meter, tinggi 10 meter dan panjang 10 km.

Hasil penelitian Balai Arkeologi Yogyakarta tahun 1982-1991, Kawasan Situs Biting memiliki luas 135 hektar yang mencakup 6 blok/area merupakan blok keraton seluas 76,5 ha, blok Jeding 5 ha, blok Biting 10,5 ha, blok Randu 14,2 ha, blok Salak 16 ha, dan blok Duren 12,8 ha. Dalam Babad Negara Kertagama, kawasan ini disebut Arnon dan dalam perkembangan pada abad ke-17 disebut Renong dan dewasa ini masuk dalam desa Kutorenon yang dalam cerita rakyat identik dengan “Ketonon” atau terbakar.

Nama Biting sendiri merujuk pada kosa kata Madura bernama “Benteng” karena daerah ini memang dikelilingi oleh benteng yang kokoh Pada tahun 1995 di Kawasan Situs Biting mulai dibangun Perumnas Biting yang tentu saja banyak merusak peninggalan Sejarah (Situs) yang ada. Namun anehnya pihak-pihak terkait yaitu Balai Pelstarian Peninggalan Purbakala (BP3) Jawa Timur yang merupakan lembaga penyelamat seolah diam melihat perusakan ini sehingga lebih kurang 15 Hektar kawasan ini rusak oleh pembangunan ini.

Advokasi Pelestarian oleh Masyarakat Peduli Peninggalan Majapahit Timur (MPPM Timur) Pada tahun 2010 berdasarkan lahir sebuah Lembaga Swadaya Masyarakat bernama Masyarakat Peduli Peninggalan Majapahit Timur (MPPM Timur) melakukan advokasi pelestarian Situs Biting. Setelah itu juga Komunitas Mahasiswa Peduli Lumajang (KMPL) bergerak dalam advokasi ini dan kemudian juga elemen masyarakat lokal Biting juga mulai sadar akan peninggalan sejarah yang ada di wilayahnya. Advokasi yang dilakukan oleh para pelestari Situs Biting telah melahirkan berbagai event seperti Napak Tilas yang telah digelar selama 2 kali berturut-turut, lomba lukis benteng maupun seminar Nasional. Untuk acara Napak Tilas kemudian menjadi agenda resmi Pariwisata Jawa Timur dari Kabupaten Lumajang yang akan diadakan setiap bulan juni. Pelestarian Situs Biting di Lumajang Jawa Timur merupakan contoh bagi para pecinta dan pelestari sejarah dimana LSM, mahasiswa maupun masyarakat telah bahu-membahu melakukan sosialisasi maupun advokasi terhadap peninggalan sejarah.

1. Ranu Klakah

Ranu Klakah adalah danau yang terletak di sebelah Utara kota Lumajang tepatnya di Desa Tegalrandu Kecamatan Klakah dengan jarak tempuh 20 Km dari kota Lumajang. Transportasi, mudah dicapai dengan kendaraan pribadi atau angkutan umum baik roda dua maupun roda empat disamping ada dokar sebagai sarana angkutan tradisional masyarakat setempat.

Obyek ini berada pada ketinggian  900 meter dpl, dengan luas 22 hektar dan kedalaman 28 m yang dilatar belakangi gunung Lamongan dengan ketinggian  1.668 m dpl, serta didukung oleh udara yang sejuk dan segar. Beraneka ragamnya buah-buahan nangka khas Klakah yang dijual sepanjang jalan raya menjadi daya tarik lain bagi obyek wisata ini.

Panorama yang khas berupa fatamorgana kebiruan air obyek wisata ini merupakan alternatif pilihan tujuan wisata di Jawa Timur bila mengunjungi Bali melewati Kabupaten Jember. Danau ini merupakan salah satu obyek wisata dari Kawasan Wisata Setiga Ranu ( danau ) sedangkan lainnya adalah Ranu Pakis dan Ranu Bedali, yang satu sama lain terhubung oleh jalan yang dapat dilalui kendaraan roda dua maupun roda empat. Disamping menikmati panoramanya, aktivitas yang dapat dilakukan sendiri ataupun bersama keluarga antara lain, joging mengelilingi area danau dengan fasilitas jalan beraspal, berperahu, menikmati sarana permainan anak, berolahraga tennis dan memancing. di Ranu Klakah tersedia sarana Hotel untuk menginap dengan jumlah kamar 6 buah

2. Wisata Pantai Watu Godeg

Wisata Pantai Watu Godeg terletak di Kecamatan Tempursari, di wilayah Kabupaten Lumajang ujung selatan. Tepatnya di Desa Bulurejo, ber jarak  8 Km dari Kecamatan Tempursari atau 80 km dari pusat kota Lumajang. Dengan adanya jalan tembus Pasirian -Tempursari jaraknya dapat diperpendek menjadi 12 Km dari Kecamatan Pasirian.

Panorama dipantai ini sangat indah, pemandangan laut lepas dengan latar belakang bukit serta ditunjang dengan batu besar dipantai bila terkena ombak seperti bergoyang, Godek (geleng kepala).

3. Pemandian Alam Selokambang

Pemandian Alam Selokambang  terletak di Desa Purwosono Kecamatan Sumbersoko, berjarak dari 7 km ke barat Lumajang atau 15 menit perjalanan. Pemandian ini dipercaya mampu menyembuhkan penyakit reumatik. Aktivitas yang dapat dilakukan selain olah raga renang, juga dapat menikmati sarana permainan anak, berperahu, sepeda air, olah raga tenis. Berbagai macam kedai yang menjanjikan makanan tradisional siap untuk menghilangkan rasa lapar dan dahaga disamping itu ditunjang areal parkir yang cukup luas dan representatif

4. Air Terjun Manggisan
Air Terjun Manggisan terletak di desa Kandangan Kecamatan, Senduro 22 Km jarak dari kota Lumajang. Bagi yang gemar hiking, Air Terjun Manggisan cocok sekali, aksesnya masih jalan setapak. Tinggi air terjun ini ada 21 meter. Tidak membahayakan dan sangat menyenangkan untuk mandi disini.
5. Goa Tetes

Goa Tetes merupakan wisata goa yang didalamnya terdapat stalagtit dan stalagmit dengan warna yang beraneka ragam. Letaknya di desa Sidomulyo Kecamatan Pronojiwo, sekitar 55 km ke arah selatan Lumajang. Bisa dicapai dengan kendaraan roda dua atau empat, satu jalur dengan obyek wisata Piket Nol. Anda bisa melanjutkan perjalanan dengan berjalan kaki menuruni tangga sepanjang tiga kilometer untuk sampai ke mulut goa. Hati-hati, medannya cukup menguras energi.

Banyak dikunjungi oleh muda mudi dan dipercaya masyarakat dapat mempersatukan kembali keretakan rumah tangga.

6. Pantai Bambang

Pantai Bambang terletak di pantai selatan, ombaknya besar bisa mencapai tiga meter. Pasnya berlokasi di desa Bago Kecamatan Pasirian, 24 kilometer dari kota Lumajang. Dapat ditempuh dengan kendaraan roda 4 maupun roda 2 dengan akses jalan beraspal. Konon Pantai Bambang adalah tempat bersemayamnya Nyi Roro Kidul.

7. Ranu Kumbolo, Ranu Pane dan Ranu Regulo

Ranu Kumbolo, Ranu Pane dan Ranu Regulo adalah tiga danau atau ranu yang terletak di lereng Gunung Semeru. Para pendaki yang akan ke puncak Semeru pasti melewati tiga danau ini. Dua danau yaitu Ranu Pane dan Ranu Regulo terletak di desa Ranu Pane lereng bawah dan merupakan awal pendakian. Satu lagi yaitu Ranu Gumbolo terletak di lereng atas setelah perjalanan lima jam dari Ranu Pane.

 8. Puncak B-29 Argosari

Puncak B-29 Argosari adalah puncak tertinggi dikawasan lautan pasir Bromo dengan ketinggian 2900 meter dpl. Terletak disisi tenggara Gunung Bromo, Pemandangan yang indah dan udara dingin ditambah hamparan tanaman khas dataran tinggi berupa bawang pre, kubis, kentang dan wortel sehingga menjadikan kawasan obyek ini sangat menawan. Terletak di desa Argosari, kec. Senduro sekitar empat puluh kilometer dari pusat kota Lumajang

9. Agro wisata Perkebunan Teh Kertowono

Agro wisata Perkebunan Teh Kertowono terletak di Desa Gucialit Kecamatan Gucialit, sekitar dua puluh kilometer dari pusat Kota Lumajang. Anda akan melihat hamparan kebun teh yang sangat luas, dan Pabrik Teh peninggalan Belanda yang masih beroperasi dengan baik.

 10. Pura Mandaragiri Semeru Agung

Pura Mandaragiri Semeru Agung adalah pura yang paling dituakan oleh masyarakat Hindu. Hampir tiap hari ada masyarakat Bali yang berdoa di pura ini. Apalagi di hari-hari libur, berbondong-bondong warga Bali berkunjung kesini. Puncaknya saat piodalan (ulang tahun Pura) sekitar bulan Juli, ribuan Masyarakat Bali membanjiri ke kawasan ini untuk berdoa dan menampilkan kesenian-kesenian Bali.

 All Credit image and Articel and source by : http://www.beritau.net/2014/03/10-tujuan-wisata-lumajang.html

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Loading…

0

Comments

0 comments

Rute Menuju Kawah Ijen Yang Menakjubkan

Tourist places in Bali that are worth the visit